My Wedding Preparation (Part 3)

Sebulan lebih setelah postingan sebelumnya, akhirnya baru bisa update lagi. Di hari pemilu legislatif lalu, yang kebetulan bertepatan dengan 3 bulan usia pernikahan Evan dan saya, saya sebenarnya menargetkan semua tulisan tentang wedding preparation kami udah selesai ditulis. Apa daya memulai menulis itu susah banget, huhu. Jadilah masih aja berkutat dengan tema itu, padahal udah ga sabar ganti tema, ahaha. Udah 3 bulan gitu nikahnya, tulisannya masiiih aja, wkwkwk.

Berikut lanjutan tulisan-tulisan saya di blog sebelah.

  1. Perawatan Pranikah
  2. Kamar Pengantin (1): Perabot
  3. Kamar Pengantin?(2): Dekorasi
  4. Souvenir Pernikahan
  5. Buku Tamu Buatan Sendiri
  6. Lagu Pernikahan a.k.a. Wedding Songs
  7. Slide Foto Reisha & Evan
  8. Panjapuik Marapulai
  9. Bawaan Marapulai ke Baso

Segini dulu untuk Part 3. Kalo dari draft judul tulisan yang akan saya buat, mestinya si My Wedding Preparation ini berakhir di Part 4. Yosh, doakan selesai dalam bulan ini. ガンバレ!

Love looks not with the eyes, but with the mind. — William Shakespeare

Advertisements

12 thoughts on “My Wedding Preparation (Part 3)

  1. Masyaallah…Salam kenal mbak Reisha 🙂 Tadi saya cari di google tentang Selat Gibraltar, eh nemu artikel yang mbak tulis di blog ini, saya jadi tertarik dengan tulisan perjalanan mbak. Salam kenal yah mbak. hehehe…Saya punya blog juga tapi masih sangat kurang paham untuk menjalankannya, kalau berkenan saya mau belajar dengan mbak Reisha 🙂

  2. Buuu, sadis nian ternyata persiapan mu yaaa, panteslah kayaknya banyak banget yang diurusin pas kapan kita message2an itu 😀 Adek mah urusan baju akad sama resepsi aja baru diputusin tiga hari sebelum hari H ke orang tukang pelaminan sekalian fitting, apatah lagi barang2 hantaran, super random belaka, hihi..
    Btw daku mengiri sama wedding songs mu buuu, dari dulu juga kepikiran pengen muter playlist dari komputer doang tapi kayaknya bakal ditolak sama orang rumah dan jadilah sukses pake orkes melayu 😀

    1. Hehehe. Soal baju2an baru mau ditulis nih buuu.. Yang lagu itu butuh perjuangan jg sih, tp untungnya mama n bbrp tante/om mendukung. Papa msh nyaranin pake orgen tunggal gt, drpd ntar digosip2in di belakang ktnya, macam tak mampu sewa orgen gt, haha. Tapi karena daku kekeuh ya sudah, si papa yg akhirnya ngalah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s