Bergabung dengan Komunitas Blogger

Ada banyak sekali komunitas blogger di luar sana, tapi selama 10 tahun blogging, saya tidak pernah bergabung dengan komunitas apapun. Alasannya karena malas dan merasa tidak perlu. Buat apa? Toh tujuan utama saya blogging adalah untuk dokumentasi, jurnal pribadi, menyimpan kenangan dan pengalaman agar mudah dibaca lagi suatu saat nanti, dan sejenisnya; makanya isinya pun mayoritas personal sekali.

Lalu saat saya mengembangkan reisha.net, tiba-tiba saja saya ingin mencoba untuk ikut komunitas blogger. Tiba-tiba berubah pikiran. Awalnya gara-gara melihat sidebar yang masih banyak space kosong dan bingung diisi apa #eaaa, lalu keingat beberapa blog yang saya follow yang pajang banner komunitas blogger yang dia ikuti. Saya pun berpikir, hei kenapa saya tidak coba gabung komunitas blogger saja?

Saya jadi browsing, sebenarnya apa aja sih alasan orang-orang ikut komunitas blogger? Pasti ada manfaatnya lah ya. Sebagai contoh bisa dibaca di postingan ini dan ini. Tapi ternyata ada juga yang merasa ikut komunitas blogger itu merugikan. Hmm hmm. Tapi dipikir-pikir lagi intinya kembali ke pribadi masing-masing ya.

Dari sekian banyak manfaat bergabung dengan komunitas blogging, manfaat utama yang saya cari antara lain:

Continue reading “Bergabung dengan Komunitas Blogger”

Advertisements

Hello from reisha.net

Bismillahirrahmanirrahiim..

Udah 2 tahun lebih aja ternyata blog ini ga di-update. Maafkeun, hehe. Begitu cepat ya waktu berlalu. Belakangan saya memang ga gitu ngurusin blog ini karena topik yang kepikiran buat ditulis saya rencanakan untuk blog lain. Daaan di postingan ini saya mau mengumumkan bahwa saya sekarang punya web pribadi di reisha.net. Silakan berkunjung yaa, hehe.

Ceritanya blog saya ada empat, ga cuma blog ini, tapi riweuh ya kalau mau buka satu per satu kalau mau lihat update baru. Di reisha.net, saya mengagregasi alias mengumpulkan tulisan di keempat blog saya ke sana. Kenapa saya dulu memilih punya banyak blog dan menyebar-nyebar tulisan saya, bisa dibaca selengkapnya di sini.

Tapi, blog reisha.wordpress.com ini ga bakal ditinggalkan apalagi dihapus kok. Bakal tetap ada dan insya Allah juga akan saya isi. Pun tulisan di blog ini juga ga semuanya saya copy ke reisha.net, cuma sebagian postingan terbaru. Jadi, ke depannya tulisan di sini juga bakal ada di reisha.net, tapi tulisan di reisha.net tidak semuanya ada di sini. Begitu kira-kira.

Sekian dulu update kali ini. Terima kasih buat para pembaca yang telah membaca tulisan-tulisan saya selama ini. 🙂

We write to taste life twice, in the moment and in retrospect. — Anaïs Nin

Jempol untuk Sebuah Pelayanan

Di Indonesia, sudah terbiasa rasanya dengan pelayanan publik yang tidak memuaskan. Kalau ada masalah atau keluhan yang tidak terlalu besar, biasanya diikhlaskan saja, dimaklumi saja, bersabar saja, ya sudahlah. Apalagi saya tipe yang malas mengurusi itu, belum tentu juga bakal diladeni. Tapi giliran iseng saja menyampaikan keluhan dan ternyata ditanggapi dengan serius, rasanya bahagia banget, haha.

Jadi begini ceritanya.

Kasus Tepung Berulat

Beberapa waktu lalu saya beli tepung c*kra ke*bar isi 1 kg (untuk membuat roti dan mie) di Foodmart EWalk Balikpapan. Saya sengaja beli di supermarket karena agak ragu kalau beli tepung di pasar, kali aja di pasar barang KW *halah*. Kadaluarsanya bulan Juni 2016. Kalau beli tepung, saya selalu memperhatikan tanggal kadaluarsanya, pilih yang masih lama, karena tepungnya biasanya habisnya juga lama.

Continue reading “Jempol untuk Sebuah Pelayanan”

Back for Good Setelah 3 Tahun di Jepang

Hari terakhir di Jepang, di Nippori Station sebelum berangkat ke Narita Airport.
Hari terakhir di Jepang, di Nippori Station sebelum berangkat ke Narita Airport.

Aloha. Lagi-lagi blog ini terbengkalai, padahal ada banyak draft judul tulisan nangkring di catatan saya. Ditulis dulu deh cerita-cerita lama perjepangan saya, sebelum memorinya memudar dari otak saya, fufufu.

Seusai menamatkan S2 di Waseda University, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Kalau istilah kerennya orang-orang, back for good. Sebenarnya bayangan keputusan untuk kembali ini sudah ada jauh-jauh hari sebelumnya. Saat akan memulai masa-masa tesis, sensei sudah menanyakan apakan saya akan lanjut S3 atau tidak. Jika saya memang ingin lanjut S3, selain mengerjakan tesis, saya juga sudah harus mulai ambil ancang-ancang untuk riset S3 saya. Saya bilang kepada sensei, saya tidak ingin lanjut S3 sekarang, saya ingin kembali ke Indonesia setelah S2.

Ngga Lanjut S3?

Menjelang kelulusan, itu adalah salah satu pertanyaan yang sering sekali saya dapatkan dari teman-teman di Jepang. Sebenarnya, dilihat dari sudut pandang beasiswa, jika saya lanjut S3, saya bisa mengurus perpanjangan beasiswa untuk S3. Dengan kata lain, saya ngga perlu lagi repot-repot mencari beasiswa lagi dari awal. Rugi atau ngga ya melepas beasiswanya? Haha. Entahlah.

Continue reading “Back for Good Setelah 3 Tahun di Jepang”

Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 2): To The Golden Gate

Mari kita lanjutkan cerita dari tulisan sebelumnya. Beres dari Fisherman’s Wharf, plan awal saya adalah berjalan menelusuri Marina Blvd. hingga Crissy Field. Dulu saya cek di Google Maps butuh jalan kaki sekitar setengah jam. Di Jepang jalan kaki 20 menit itu sudah biasa sih, jadi saya kira 30 menit tidak masalah. Tapi mengingat saya sudah rada kesorean ditambah kaki sudah gempor parah, rasanya saya ga kuat kalau mesti jalan kaki. Opsi lain adalah naik bus tapi saya ga pernah nyari tau sebelumnya mesti naik bus apa. Akhirnya saya jalan saja berharap ketemu halte bus.

Alhamdulillah tidak lama kemudian saya menemukan halte SF Muni dan pas ada tujuan ke Marina District, jadi saya tunggu bus saja di sana. Setelah naik bus saya pun belum ada ide turunnya nanti di mana. Selama di bus saya cek lagi peta yang saya bawa sambil pasang kuping pak sopir bilang apa tiap berhenti di halte bus. Untungnya pak sopir menginfokan dengan jelas plus ada orang yang nanya juga ke sopirnya, jadi saya ikutan turun. Yay, sampai juga di spot berikutnya.

Continue reading “Jalan-Jalan Singkat di San Francisco (Part 2): To The Golden Gate”